Integritas
1 kata yang sering keluar dari mulut orang orang.
1 kata yang bermakna luas.
1 kata yang sulit diterapkan.
1 kata yang butuh konsistensi.
Ya, itulah
integritas, di mana saya mendapatkan pelajaran penting nan berharga selama hidup
saya, selain ikhlas, Paragon menempa
saya untuk berusaha menjadi seseorang yang berintegritas.
Apa sih integritas itu? jika kita merujuk pada KBBI, Integritas adalah /in·teg·ri·tas/ n mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran;
Tuh kan ada kata jujur di
dalamnya, gimana ngga berat coba? hehe.
Sebagai
Internal Auditor integritas merupakan kode etik yang harus dipatuhi dan
dijalankan.. Eh ngga cuma auditor ding.. pada dasarnya manusia haruslah
berintegritas apapun profesinya, wabil khusus jujur. Karena memang perintah di
agama Islam, manusia itu harus jujur.
Pada profesi
ini saya seringkali berjumpa masalah yang berurusan integritas seseorang, entah
itu tindakan fraud, penyalahgunaan
wewenang, kolusi, korupsi, dll.
Yang saya tidak habis pikir kenapa bisa seseorang melakukan hal
tersebut kepada perusahaan sebaik Paragon ini. Sampai dengan saat ini saya
belum dapat memahami kenapa orang-orang tersebut melakukan hal tersebut. Tidak
ada ceritanya selama saya menjadi bagian dari Paragon, perusahaan ini berlaku
dzolim kepada saya. Justru yang ada keberkahan selalu hadir di hidup saya dan
keluarga.
Ya begitulah
hidup...
Meskipun
beberapa sebab dapat diidentifikasi kenapa orang-orang tersebut melakukan
tindakan seperti itu, seperti masalah keluarga yang dibawa ke pekerjaan
(keuangan), asmara, terlilit hutng pinjaman online. Namun lagi-lagi saya gagal
memahaminya.. Bukankah segala sesuatunya dapat dibicarakan jika kita secara
pribadi memiliki masalah?
Masih banyak di luaran sana yang berpikir hubungan seseorang
dengan perusahaan (dan orang di dalamnya), hanyalah hubungan yang sifatnya
transaksional. Berbeda dengan saya. Hubungan saya dengan Paragon jauh lebih
dari itu. Di sini hubungan yang terbangun sifatnya kekeluargaan dan profesional
(tanggung jawab). Selalu ada ruang bagi saya untuk diskusi terkait dengan
masalah yang dialami, entah itu profesional (hubungan kerja) maupun personal.
Baik itu dengan atasan maupun rekan sebaya.
Tidakkah
kalian tau perihal urusan integritas dapat membahayakan urusan hajat orang
banyak? bayangkan jika ada seorang atasan dengan wewenangnya melakukan
pembelian yang berlebihan, sehingga berakibat overstock, beban pengeluaran dan
penyimpanan menjadi tinggi, sehingga cost untuk gaji atau bonus yang seharusnya
didapatkan karyawan lainnya menjadi berkurang. Itulah salah satu contoh
bagaimana integritas itu penting bagi kita manusia dalam menjalankan hidup.
Berusaha untuk menjadi seorang
yang berintegritas tidaklah mudah, apakah saya sudah menjadi orang yang
berintegritas? Bisa iya, bisa tidak. Kembali lagi bagaimana orang lain menilai
kita nantinya.
Butuh
konsistensi tinggi dalam proses penerapannya. Tidak hanya pada saat di linkungan
kerja, melainkan di kehidupan sehari-hari kita juga harus memiliki
integritas yang sama. Kenapa begitu?
Pernah dengan peribahasa ini: nila setitik rusak susu sebelanga. Jika di
lingkungan pekerjaan kita tidak berintegritas, apakah di lingkungan profesional
tersebut kita dapat dinilai berintegritas? Tentu tidak.
Integritas erat kaitannya dengan
urusan moral, atau bisa dibilang integritas bagian dari moral. Seseorang yang
bermoral tentu akan memiliki tempatnya sendiri di lingkungannya. Tidak peduli
dari mana latar kamu berasal, di profesi atau bidang kerja manapun integritas
sangatlah dibutuhkan. Tidaklah salah saya 10 tahun lalu memilih Paragon menjadi
tempat belajar saya, di mana organisasi dan orang-orang di dalamnya mengajarkan
saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi orang yang terus berusaha
untuk berintegritas.
Terima
kasih Paragon
Salam
Komentar
Posting Komentar