10 Tahun di PTI

kok judulnya 10 tahun di PTI? kenapa ngga 10 tahun di Paragon?


hmm.. ya begitulah memang keadaanya, di awal kerja masuk dengan nama perusahaan PT Pusaka Tradisi Ibu, sekitar tahun 2011 perusahaan ganti nama jadi PT Paragon Technology and Innovation. sedangkan di tahun 2020 ini, Internal Audit pindah ke holding company, yaitu PT Paragon Universa Utama.


sedikit cerita kebelakang, jadi dulu masuk PTI itu tanggal 6 September 2010 setelah selesai kerja di perusahaan digital printing, namanya snapy, ada banyak tuh frenchisenya di Jakarta dan sekitarnya. 

Tau PTI dari mana? dari Om yang emang sebelumnya kerja di PTI pada saat itu. Waktu itu dikasih tau kalau kantornya lagi ada lowongan kerja dan dengan berbekal info tersebut, langsunglah gua buat surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup, lalu dititip deh ke om. Selang beberapa pekan, dipanggil tuh buat tes, mengingat masih kerja di snapy, yaudah deh gua cuti kerja 1 hari untuk ikut tes tersebut. Selang beberapa pekan dipanggil tuh untuk tes lebih lanjut dan wawancara. Pada saat itu yang wawancara gua adalah  Pak Subakat, Pak Harman dan Ibu Ratih. Mereka sangat baik dan ramah, pertanyaan apa yang ditanya pada saat itu yang paling diinget sampai sekarang? 

"bersedia gak kalau ditempatkan di luar kota?" , rada bingung sebenernya ngejawabnya, tapi dengan memberanikan diri gua jawab aja "bersedia" hehe, padahal mah dalam hati rada deg degan, secara belum pernah gitu tinggal pisah dari orang tua.

Alhamdulillah setelah wawancara ada panggilan selanjutnya yang di mana gua diminta masuk kantor dan langsung kerja di situ, bahagianya... 😊 tapi dulu mah ngga ada tuh tanda tangan kontrak kerja, bahkan sampai sekarang belum pernah tuh tanda tangan kontrak kerja 😂. Dulu mah cuma diminta buat isi biodata, udah gitu aja. Dulu proses administrasi dibantu oleh the one and only HRD pada saat itu, yaitu Mba Siti 😀


2010: Awal masuk gua mengisi posisi sebagai administrator keuangan dan akuntansi, kerjaannya ngapain? kerjanya bantu Mba Mala membuat invoice untuk modern market. Betapa kagumnya gua sama Mba Mala saat itu yang di mana bisa buat invoice dengan mengetik item per item produk dengan cepat. Saking cepetnya sampe sampe udah hafal apa yang harus diketik untuk masuk program dan tanpa melihat monitor saat input kode item 1 per 1 nya haha. Kurang lebih kerjaan tersebut berjalan sampai dengan oktober sampai akhirnya diperbantukan untuk menjadi stock taker yang di mana kerjaannya melakukan stok opname (menghitung) persediaan barang PTI di counter seperti di MDS, Carrefour, dll yang menggunakan sistem penjualan konsinyasi. Tau kan sistem penjualan konsinyasi itu apa? kalau ngga tau silakan googling 😆


2011: Tahun ini awal mulanya gua menjadi internal auditor.. adanya rotasi antara gua yang tadinya di finance bertukar posisi dengan Mba Amirah .. (duh lupa namanya) yang di Internal Audit. Kerjaan pertama yang diperkenalkan di Internal Audit adalah audit operasional DC, dulu kunjungan pertama ke DC Palembang dengan personil Annisa, Amanda dan Mas Ali. Oonnya gua waktu itu dan sempet kena tegur Pak Harman adalah, pulang dari dinas Palembang, outfit gua macem turis aja.. yaitu pake celana pendek dari kantor menuju jakarta. Kena tegurlah waktu itu.. wkwk 😓 ngga lagi lagi dah setelah itu, pakai pakaian yang sopan setelahnya. 

Setelah pulang dari palembang, ada penugasan yang cukup merubah kepribadian gua saat itu, yaitu penugasan pas ke bali. Kenapa? selain karena cukup jauh, beda pulau, seperti jadi minoritas di sana (karena gua muslim, sedangkan di sana mayoritas hindu), dan tinggal di kantor yang lebih seringnya sendiri karena temen kerja suka ke luar kota, udah gitu kantornya mana serem, ada dipojokkan komplek yang depannya tanah kosong lagi..  dan tentunya dengan durasi lama dan cenderung tidak tau kapan selesainya. Jadi uniknya dulu itu saat kita ditugasin menjadi administrator di sebuat DC (cabang) PTI, kita ngga dikasih tau sampai kapan, ya mengingat juga kantor masih kesulitan cari orang baru untuk isi posisi kekosongan tersebut. Ya mau gimana lagi, kan kembali lagi aja ke komitmen awal saat wawancara dengan pemilik, "siap ditempatkan di seluruh koto" hehe. kurang lebih di bali saat itu sekitar 5 bulan. dan paling zonk saat di sana adalah ketika mesti kudu ikut nyepi! internet ngga ada, ngga boleh nyalahin lampu sampe ketauan dari luar, dan ngga boleh keluar rumah selama 24 jam. heuuu.

oh iya, mengingat pada tulisan ini rencananya emang mau highlight perjalanan 10 tahun di paragon, dan juga baru di tahun 2011, dan ini pun juga baru 3/4 cerita, jadi tungguin cerita selanjutnya yaa...


bersambung.. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi seorang Auditor

Integritas