Menjadi seorang Auditor

Auditor merupakan profesi menarik buat gua, selain karena memiliki peranan strategis di perusahaan khususnya dalam hal membangun dan memastikan internal kontrol di perusahaan berjalan. Auditor memiliki kesempatan yang jauh lebih terbuka dibandingkan dengan posisi di departemen lain untuk belajar banyak tentang bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya. Hal ini karena auditor dapat masuk dan melihat bagaimana setiap proses bisnis yang ada di level departemen, bahkan level operasional.


Di sini gua mau kasih tau kalau ada 2 jenis profesi auditor di luaran sana.


Yang pertama adalah eksternal auditor, yang di mana tugas pokoknya kurang lebih berfokus pada pemeriksaan laporan keuangan (namun tidak menutup kemungkinan juga untuk pemeriksaan operasional persuhaan) dan berorientasi pada past atau biasa kita sebut kejadian di masa lalu. Simplenya mereka kerjaannya memastikan apa yang udah dikerjain kemarin sudah sesuai dengan pedoman atau aturan yang berlaku.


Sedangkan 1 lagi itu adalah internal auditor, profesi yang saat ini gua jalanin di Paraversa group. Nah kalau internal auditor ini fokus pemeriksaannya luas dan lebih menitikberatkan pada pada risiko tertinggi yang ada pada proses bisnis di perusahaan. Kenapa kami hanya fokus pada risiko yang tinggi aja padahal banyak proses yang mungkin risikonya ngga tinggi namun tetap perlu di cover kontrolnya? Ya karena jumlah auditor di perusahaan terbatas, kalaupun ada orangnya belum tentu waktunya cukup dalam 1 tahun misal kami mengcover seluruh pemeriksaan proses bisnis di perusahaan.. Makanya perlu banget dukungan dari management untuk membangun pengendalian di level operasional maupun level manajerial seperti risk management, QC, dll.

Orientasi pemeriksaan internal auditor selain past oriented, juga present dan future oriented. Future oriented di sini tuh seperti mencoba memprediksi kira kira bisnis ke depannya seperti apa sehingga auditor merekomendasikan pengendalian kontrol yang tepat agar perusahaan dapat tetap jalan secara efektif dan efisien. Kalaupun ada halang rintang di depan, auditor udah siapin mitigasinya, hal hal apa yang perlu dilakukan agar kita dapat melalui rintangan tersebut.


Lalu “gimana jadi internal audit di paragon? Enak gak? Pasti banyak musuhnya ya..?” ledek temen pas lagi asik nongkrong sebelum negara api menyerang (baca: covid-19)


ya enak lah” jawab singkat dari gua


kenapa enaknya? Berarti ngga ada musuhnya dong?” tanya temen yang masih penasaran


et dah, kayaknya demen banget lu gua punya musuh. Dari tadi nanya, punya musuh atau ngga selama gua jadi internal audit di paragon! Gua slepet juga lu” beberapa kata yang keluar diiringi dengan slepetan ke malih (nama samaran).


Gua ngga tau kenapa persepsi di luaran sana auditor itu musuhnya banyak di perusahaan, apa karena kerjanya ugal ugalan atau gimana? Entahlah…


Yang jelas di paragon kerja mah asik asik aja.


Peran internal auditor di paragon selain melaksanakan kegiatan assurance, kami juga melakukan kegiatan konsultasi. Karena kami sudah mengimplementasikan paradigma internal audit yang ngga hanya sebagai ‘watch dog’, tapi lebih ke ‘consulting’.


Hubungan yang terbangun antar departemen dengan internal audit juga baik baik aja. Bahkan kami sering diajakn kolebs bareng kalau ada project strategis.


Selain itu keuntungan lain menjadi auditor di paragon adalah kami sering banget perjalanan dinas ke luar kota! Ya mengingat sister company paragon , yaitu parama punya beberapa distribution center di provinsi lain di indonesia. Mulai dari aceh sampai mataram udah pernah gua kunjungin. Mulai dari naik becak, atau becak motor macem yang ada di medan, sampe naik pesawat atau fery kalau gua lagi nyebrang ke pangkal pinang dari pulau batam.


Ya namun lagi lagi karena covid-19 ini, selama 2020 gua belum pernah lagi perjalanan dinas kaya tahun kemarin.


Sekian cerita singkat yang bisa gua bagikan ke kalian, intinya mah kerjaan auditor itu ya sama dengan kerjaan lainnya juga. Dalam artian kalau kita kerjanya baik baik, orang lain juga akan baik ke kita.


Salam!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Tahun di PTI

Integritas